Tampilkan postingan dengan label Polres Gunungkidul.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polres Gunungkidul.. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2015

3 PEJABAT POLRES GUNUNGKIDUL DISERAH TERIMAKAN

        
         Kapolres Gunungkidul menyematkan tanda jabatan kepada ketiga Perwira yang alih tugas

Serah terima jabatan 3 pejabat Polres Gunungkidul pada hari Kamis pagi, 30 Juli 2015 di halaman Polres Gunungkidul, secara resmi dilaksanakan upacara sertijab dengan inspektur upacara Kapolres Gunungkidul AKBP Hariyanto, S.iK, peserta upacara para Perwira, Brigadir, PNS Polri dan pengurus Bhayangkari cabang Gunungkidul, mutasi jabatan tersebut adalah murni dalam rangka promosi dan suatu penyegaran di Institusi Polri di lingkungan Polda DIY.
Kabag ops Polres Gunungkidul Kompol Andreas Deddy Wijaya, S.iK diserah terimakan kepada Kompol Edy Sugiharto, S.E, M.H. yang sebelumnya menjabat Kapolsek Gondokusuman Polresta Yogyakarta, untuk selanjutnya Kompol Andreas Deddy Wijaya, S.iK dipromosikan menduduki jabatan baru Waka Polres Kulonprogo, sedangkan Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Herry Suryanto.SE.M.H digantikan AKP Mustijat Priyambodo,S.iK yang sebelumnya Paur Subbag Pulahjianta Bagops Roops Polda DIY, untuk AKP Herry Suryanto.SE.M.H, dipromosikan menjadi Kapolsek Gondokusuman Polresta Yogyakarta, untuk Kapolsek Playen AKP Joko Utomo,SH yang sedang melaksanakan tugas belajar di STIK, posisinya digantikan AKP Feby Dwinata Adiansyah SH yang sebelumnya menjabat Kanit Reskrim Polsek Banguntapan Bantul.
Kapolres Gunungkidul AKBP Hariyanto, S.iK, menjelaskan pergantian jabatan adalah merupakan hal biasa, sudah menjadi agenda rutin dalam rangka penyegaran dan promosi jabatan dengan harapan para pejabat baru akan lebih mendapat pengalaman dan wawasan lebih banyak dan segera menyesuaikan ditempat tugas yang baru, khusus Kapolsek Playen yang baru lebih meningkatkan profesionallisme dalam melaksanakan tugas, karena Polsek merupakan ujung tombak pelaksana tugas terdepan yang bersentuhan dengan masyarakat serta bertanggung jawab kepada Kapolres. Kapolres Gunungkidul AKBP Hariyanto, S.iK juga mengucapkan selamat kepada Kompol Andreas Deddy Wijaya, S.iK dan AKP Herry Suryanto.SE.M.H yang di promosikan di tempat tugas yang baru dan terima kasih atas pelaksanaan tugas selama di Polres Gunungkidul, AKBP Hariyanto, S.iK , juga menjelaskan pergantian jabatan ini tidak ada kaitannya dengan masalah, namun murni promosi jabatan kelevel jabatan dan tanggung jawab yang lebih tinggi. 
(Hms Bag Opsa Res Gnk)

Rabu, 19 Maret 2014

AIPTU WANDOYO KANIT PROVOST POLSEK NGLIPAR BERPERAN AKTIF MELESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL.

Foto: AIPTU WANDOYO KANIT PROVOST POLSEK NGLIPAR
BERPERAN AKTIF MELESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL.

Seni Thek-thek adalah pengembangan dari seni kenthongan yang biasa dipakai untuk ronda malam. Perkembangan selanjutnya setelah dikemas sedemikian rupa ternyata menjadi seni yang menarik untuk dilihat dan didengarkan, karena ada tambahan perangkat Kendang,  wirosworo dan pesinden. Semua Jenis lagu/Gending  bisa diringi dengan alat musik dari bambu ini.

Di Padukuhan Gojo,Desa Kedungpoh sudah berdiri seni Thek-thek sejak 4 tahun yang lalu, dan masih tetap berjalan hingga kini. Kelompok ini beranggotakan 25 orang, masing-masing anggota berprofesi sebagi Ketua RW, Ketua RT beserta perangkat RT se-dusun Gojo dan paguyuban ini  sering mengisi kegiatan yang diselenggarakan di tingkat Desa, Kecamatan, maupun Kabupaten Gunungkidul. Bahkan tidak jarang orang yang punya hajat juga mengundang untuk pentas pada malam Midodareni.

Adalah Aiptu Wandoyo ( 46 thn), yang berperan sebagai sesepuh Kelompok seni Thek-thek yang diberi nama “  KRIDHO BUDOYO “   adalah seorang anggota Polisi yang masih  aktif dan bertugas di Polsek Nglipar sebagai Kanit Provost. Meskipun seorang anggota Polisi, namun beliau adalah pemerhati seni Budaya di Kedungpoh dan aktif dibidang seni lain seperti Kethoprak,  Karawitan, Campursari, Mocopat dll. Kebetulan ia memiliki suara yang bagus ( kung ), sehingga didapuk menjadi wirosworo , tukang Bowo dan penyanyi. 
Ketika di tanya kok suaranya bagus itu rahasianya apa mas ?. ” Ooo….itu gawan bayi…..he  he”. Jawabnya sambil tertawa.
Aiptu Wandoyo juga menjadi pengurus Dewan Budaya Desa Kedungpoh,yang mempunyai misi melestarikan dan mengembangkan seni Budaya di Kedungpoh. 

Hal itulah yang memotivasi Aiptu Wandoyo untuk bertekat  menjadikan Kedungpoh sebagai Desa Budaya dan yang paling menonjol se-Kec,Nglipar. Selamat berjuang Aiptu Wandoyo sebagai anggota Polri maupun pelestari kesenian tradisional.

Humas polres Gunungkidul
Cc : Humas Polsek Nglipar 
Wonosari - Seni Thek-thek adalah pengembangan dari seni kenthongan yang biasa dipakai untuk ronda malam. Perkembangan selanjutnya setelah dikemas sedemikian rupa ternyata menjadi seni yang menarik untuk dilihat dan didengarkan, karena ada tambahan perangkat Kendang, wirosworo dan pesinden. Semua Jenis lagu/Gending bisa diringi dengan alat musik dari bambu ini.

Di Padukuhan Gojo,Desa Kedungpoh sudah berdiri seni Thek-thek sejak 4 tahun yang lalu, dan masih tetap berjalan hingga kini. Kelompok ini beranggotakan 25 orang, masing-masing anggota berprofesi sebagi Ketua RW, Ketua RT beserta perangkat RT se-dusun Gojo dan paguyuban ini sering mengisi kegiatan yang diselenggarakan di tingkat Desa, Kecamatan, maupun Kabupaten Gunungkidul. Bahkan tidak jarang orang yang punya hajat juga mengundang untuk pentas pada malam Midodareni.

Adalah Aiptu Wandoyo ( 46 thn), yang berperan sebagai sesepuh Kelompok seni Thek-thek yang diberi nama “ KRIDHO BUDOYO “ adalah seorang anggota Polisi yang masih aktif dan bertugas di Polsek Nglipar sebagai Kanit Provost. Meskipun seorang anggota Polisi, namun beliau adalah pemerhati seni Budaya di Kedungpoh dan aktif dibidang seni lain seperti Kethoprak, Karawitan, Campursari, Mocopat dll. Kebetulan ia memiliki suara yang bagus ( kung ), sehingga didapuk menjadi wirosworo , tukang Bowo dan penyanyi.
Ketika di tanya kok suaranya bagus itu rahasianya apa mas ?. ” Ooo….itu gawan bayi…..he he”. Jawabnya sambil tertawa.
Aiptu Wandoyo juga menjadi pengurus Dewan Budaya Desa Kedungpoh,yang mempunyai misi melestarikan dan mengembangkan seni Budaya di Kedungpoh.

Hal itulah yang memotivasi Aiptu Wandoyo untuk bertekat menjadikan Kedungpoh sebagai Desa Budaya dan yang paling menonjol se-Kec,Nglipar. Selamat berjuang Aiptu Wandoyo sebagai anggota Polri maupun pelestari kesenian tradisional.

POLRES GUNUNGKIDUL LAKUKAN PATROLI PERAIRAN.


Wonosari - Untuk mengantisipasi terjadinya penyelundupan imigran gelap ke Gunungkidul, ditengah sibuknya aparat kepolisian melakukan persiapan pengamanan Pemilu 2014, Sabtu (08/3) siang, jajaran kepolisian Polres Gunungkidul melakukan patroli di perairan laut Selatan Gunungkidul.

Hal ini perlu diantisipasi sejak dini, kemungkinan adanya tindakan pelaku penyelundupan imigran gelap atau People Smuggling dengan memanfaatkan kesibukan aparat keamanan dalam rangka mempersiapkan Pengamanan Pemilu 2014.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Faried Zulkarnain,S.iK yang didampingi oleh , Waka Polres, Kabag Ops, Kasat Polair Polres Gunungkidul menjelaskan, Patroli yang dilakukan merupakan bagian dari kesiapan pengamanan Pemilu, untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan melalui wilayah perairan Gunungkidul juga untuk mengantisipasi adanya penyelundupan manusia. Perairan di wilayah Gunungkidul yang sangat luas dimungkinkan sangat potensial dimanfaatkan untuk penyelundupan imigran gelap.

Kasat Polair Polres Gunungkidul, AKP Iriyanto menambahkan, dari kegiatan patroli saat ini belum ditemukan adanya gangguan keamanan maupun indikasi tindakan pencurian ikan oleh nelayan dari negara tetangga maupun kapal asing yang membawa imigran gelap.

Jumat, 07 Maret 2014

SATRESKRIM POLRES GUNUNGKIDUL MENGAMANKAN 2 PELAKU TERDUGA PEMALSU KTP.

Satreskrim Polres Gunungkidul amankan 2 ( dua ) orang pelaku yang diduga pemalsu Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang digunakan untuk persyaratan perpanjangan pajak kendaraan bermotor. Kedua pelaku yang diamankan berinisial, SG (46), berperan sebagai otak dari pemalsuan KTP sekaligus biro jasa perpanjangan STNK dan DPN (36) yang berperan sebagai pencetak KTP palsu. Pelaku diamankan ketika hendak memperpanjang pajak kendaraan di kantor Samsat Wonosari pada Rabu (5/3/2014) siang.

Pengungkapan sindikat pemalsuan KTP ini bermula dari kecurigaan petugas di Kantor Samsat terhadap KTP yang digunakan oleh pelaku SG palsu. Petugas kemudian langsung berkoordinasi dengan Polres Gunungkidul. Informasi tersebut kemudian ditindak lanjuti oleh Kasat Reskrim, AKP Suhadi,SH dengan memerintahkan 2 ( dua ) orang anggotanya untuk mengecek kebenaran informasi tersebut dan setelah dilakukan pengecekan, ternyata benar, KTP yang digunakan para pelaku palsu.

Setelah mendapatkan kepastian KTP yang digunakan palsu, petugas kemudian langsung melakukan penggeledahan dirumah pelaku SG di Dusun Cepoko, Desa Trirenggo, Bantul. Dari rumah SG, petugas mengamankan barang bukti berupa delapan berkas perpanjangan STNK dengan KTP palsu. Dari rumah SG, petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap DPN, di rumahnya di Dusun Badekan, Desa Badekan, Bantul dan berhasil mengamankan barang bukti berupa puluhan KTP yang sudah dipalsukan, setrika, satu set perangkat komputer yang digunakan untuk membuat KTP palsu.

Dari para pelaku berhasil diamankan 8 ( delapan ) berkas perpanjangan pajak kendaraan dengan menggunakan KTP palsu. Pelaku mengambil data KTP palsu dari STNK yang diperpanjangnya. Sehingga satu foto dari KTP asli dapat digunakan untuk membuat beberapa KTP palsu, seperti disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Suhadi, SH.
Kedua pelaku maupun barang bukti saat ini diamankan di Mapolres Gunungkidul, untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut dan kepada para pelaku dapat dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat atau dokumen dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.


Rabu, 05 Maret 2014

KAPOLRES SAFARI KAMTIBMAS BERSAMA MASYARAKAT DS. WILADEG KARANGMOJO

WONOSARI - Untuk menekan Tindak Pidana khususnya CURAT Kapolres Gunungkidul AKBP FARIED ZULKARNAIN, S.iK didampingi para Kabag, Kasat dan Kasi melaksanakan Safari Kamtibmas bersama masyarakat Wiladeg, Karangmojo.

Kegiatan Safari Kamtibmas di Balai Desa Wiladeg, Karangmojo, pada hari Kamis malam 27 Pebruari 2014, adapun pesan-pesan Kamtibmas Kapolres Gunungkidul yang disampaikan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda tokoh Parpol dan warga masyarakat antara lain :

- Mengajak warga masyarakat Wiladeg untuk aktif melaksanakan Ronda Kamling agar di Desanya mempunyai daya cegah dan tangkal terhadap gangguan Kamtibmas.
- Mengajak masyarakat tertib lalu lintas khususnya pada saat Kampanye Pemilu 2014 dengan harapan Pemilu 2014 dapat berjalan lancar dan sukses.
- Mengajak komponen masyarakat umumnya Kabupaten Gunungkidul dan para Caleg, khusunya Ds. Wiladeg Karangmojo ikut mensukseskan pemilu 2014 dengan motto menang ora umuk, kalah ora ngamuk.


WONOSARI - Untuk menekan Tindak Pidana khususnya CURAT Kapolres Gunungkidul AKBP FARIED ZULKARNAIN, S.iK didampingi para Kabag, Kasat dan Kasi melaksanakan Safari Kamtibmas bersama masyarakat Wiladeg, Karangmojo.

Kegiatan Safari Kamtibmas di Balai Desa Wiladeg, Karangmojo, pada hari Kamis malam 27 Pebruari 2014, adapun pesan-pesan Kamtibmas Kapolres Gunungkidul yang disampaikan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda tokoh Parpol dan warga masyarakat antara lain :

- Mengajak warga masyarakat Wiladeg untuk aktif melaksanakan Ronda Kamling agar di Desanya mempunyai daya cegah dan tangkal terhadap gangguan Kamtibmas.
- Mengajak masyarakat tertib lalu lintas khususnya pada saat Kampanye Pemilu 2014 sehingga dengan harapan Pemilu 2014 lancar sukses.
- Mengajak komponen masyarakat umumnya Kabupaten Gunungkidul dan para Caleg, khusunya Ds. Wiladeg Karangmojo ikut mensukseskan pemilu 2014 dengan motto menang ora umuk, kalah ora ngamuk. - See more at: http://humas.polri.go.id/berita/Pages/KAPOLRES-SAFARI-KAMTIBMAS-BERSAMA-MASYARAKAT-DS.-WILADEG--KARANGMOJO.aspx#sthash.g6qTGF24.dpuf
WONOSARI - Untuk menekan Tindak Pidana khususnya CURAT Kapolres Gunungkidul AKBP FARIED ZULKARNAIN, S.iK didampingi para Kabag, Kasat dan Kasi melaksanakan Safari Kamtibmas bersama masyarakat Wiladeg, Karangmojo.

Kegiatan Safari Kamtibmas di Balai Desa Wiladeg, Karangmojo, pada hari Kamis malam 27 Pebruari 2014, adapun pesan-pesan Kamtibmas Kapolres Gunungkidul yang disampaikan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda tokoh Parpol dan warga masyarakat antara lain :

- Mengajak warga masyarakat Wiladeg untuk aktif melaksanakan Ronda Kamling agar di Desanya mempunyai daya cegah dan tangkal terhadap gangguan Kamtibmas.
- Mengajak masyarakat tertib lalu lintas khususnya pada saat Kampanye Pemilu 2014 sehingga dengan harapan Pemilu 2014 lancar sukses.
- Mengajak komponen masyarakat umumnya Kabupaten Gunungkidul dan para Caleg, khusunya Ds. Wiladeg Karangmojo ikut mensukseskan pemilu 2014 dengan motto menang ora umuk, kalah ora ngamuk. - See more at: http://humas.polri.go.id/berita/Pages/KAPOLRES-SAFARI-KAMTIBMAS-BERSAMA-MASYARAKAT-DS.-WILADEG--KARANGMOJO.aspx#sthash.g6qTGF24.dpufWONOSARI - Untuk menekan Tindak Pidana khususnya CURAT Kapolres Gunungkidul AKBP FARIED ZULKARNAIN, S.iK didampingi para Kabag, Kasat dan Kasi melaksanakan Safari Kamtibmas bersama masyarakat Wiladeg, Karangmojo.

Kegiatan Safari Kamtibmas di Balai Desa Wiladeg, Karangmojo, pada hari Kamis malam 27 Pebruari 2014, adapun pesan-pesan Kamtibmas Kapolres Gunungkidul yang disampaikan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda tokoh Parpol dan warga masyarakat antara lain :

- Mengajak warga masyarakat Wiladeg untuk aktif melaksanakan Ronda Kamling agar di Desanya mempunyai daya cegah dan tangkal terhadap gangguan Kamtibmas.
- Mengajak masyarakat tertib lalu lintas khususnya pada saat Kampanye Pemilu 2014 dengan harapan Pemilu 2014 dapat berjalan lancar dan sukses.
- Mengajak komponen masyarakat umumnya Kabupaten Gunungkidul dan para Caleg, khusunya Ds. Wiladeg Karangmojo ikut mensukseskan pemilu 2014 dengan motto menang ora umuk, kalah ora ngamuk.

SIMULASI PENGAMANAN KOTA, POLRES GUNUNGKIDUL



SIMULASI PENGAMANAN KOTA, POLRES GUNUNGKIDUL.

Simulasi Sistem Pengamanan Kota ( SISPAMKOTA ) yang digelar Polres Gunungkidul berjalan dengan lancar, Rabu (26/2) siang. Bahkan keberhasilan dalam simulasi Sispamkota ini Polres Gunungkidul mampu mengguli Polres Bantul dan Polres Kulonprogo yang lebih dahulu mengadakan simulasi pengamanan kota dalam rangka kesiapan menghadapi PEMILU 2014.

Dir Sabhara Polda DIY selaku Direktur Latihan Sispamkota, Kombes.Pol Yulza Sulaiman, S.iK mengatakan, hasil simulasi Pengamanan yang dilakukan Polres Gunungkidul mempunyai kelebihan yang ditonjolkan dari pada dua Polres yang sudah dahulu menggelar simulasi Pengamanan. Kelebihan itu antara ditunjukan pada saat iring-iringan kendaraan logistik KPU yang dihadang oleh massa, oleh pengawal penghadang dapat dilumpuhkan dengan menggunakan bela diri Polri.

" Padahal anggota membawa senpi, namun dapat dilumpuhkan dengan beladiri Polri. Kemudian diamankan menggunakan borgol. " ungkapnya saat melakukan evaluasi usai simulasi pengamanan di alun-alun Wonosari.
Dir Sabhara Polda DIY meminta kepada jajaran Kepolisian Polres Gunungkidul, agar dapat mempertahankan keberhasilan simulasi Pengamanan untuk kesiapan pengamanan pada saat Pemilu nanti dilaksanakan. Supaya jika benar terjadi aksi unjuk rasa polisi dapat mengamankan aksi dengan tepat.

KAPOLRES GUNUNGKIDUL LANTIK 21 ANGGOTA PATROLI KEAMANAN SEKOLAH




Bertempat di halaman SD N Semanu, Senin 3 Maret 2014, Kapolres Gunungkidul, AKBP Faried Zulkarnain, S.iK melantik 21 siswa SD N Semanu sebagai anggota Patroli Keamanan Sekolah (PKS).

Pelantikan anggota PKS merupakan langkah untuk menjalin kemitraan antara Polres Gunungkidul dengan dunia pendidikan, dengan harapan dapat mencetak pelopor keselamatan berlalu-lintas sejak usia dini dan diharapkan juga kepada para orang tua siswa agar senantiasa menggunakan helm SNI ketika berkendara maupun membonceng sepeda motor.

Pelantikan diikuti oleh Kasatlantas, AKP Endar Isnianto ,Kapolsek Semanu, AKP Riyanto serta seluruh Guru pendidik maupun siswa/siswi SDN Semanu. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Gunungkidul juga berpesan kepada anggota PKS, supaya anggota PKS hendaknya bisa menjadi contoh kepada siswa lainnya dalam rangka menciptakan ketertiban berlalu-lintas di jalan raya.

Sementara itu Kepsek SDN Semanu, Wasirah, S.Pd menyambut baik upaya yang dilakukan jajaran Polres Gunungkidul yang telah melakukan pembinaan kepada para siswanya untuk menjadi anggota Patroli Keamanan Sekolah ( PKS ). Sebab dengan pelantikan anggota PKS dapat menjadi ajang bagi siswa untuk membiasakan diri dalam berdisiplin berlalulintas dilingkungan sekolah maupun dalam bermasyarakat.



Jumat, 31 Januari 2014

ANGGOTA POLRES GUNUNGKIDUL DIBERHENTIKAN TIDAK DENGAN HORMAT


 Foto: ANGGOTA POLRES GUNUNGKIDUL DIBERHENTIKAN TIDAK DENGAN HORMAT

Bertempat dihalaman Mapolres Gunungkidul, berlangsung upacara pemberhentian Tidak Dengan Hormat terhadap anggota Polri yang melakukan pelanggaran berat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Kapolres Gunungkidul, AKBP Faried Zulkarnain, S.iK dan dihadiri seluruh pejabat Polres Gunungkidul beserta jajaran.

Aiptu Drajat, Bintara bagian seksi pengawasan Polres Gunungkidul, terhitung sejak tanggal 30 Januari 2014 resmi dipecat dari anggota Kepolisian Rebublik Indonesia lagi. Dia dipecat atau mendapatkan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena melakukan pelanggaran tidak melaksanakan dinas lebih dari 30 hari secara berturut-turut.

Upacara pemberhentian tersebut dilakukan secara perwakilan ( In Absentia ) yaitu anggota Provost menyerahkan pakaian dinas harian ( PDH ) Aiptu Drajat kepada Kapolres Gunungkidul dan menerima pakaian sipil untuk diserahkan kepada yang bersangkutan atau anggota keluarganya.  Keputusan pemecatan  Aiptu Drajat tersebut berdasarkan Keputusan Kapolda DIY Nomor : KEP / 23 / I / 2014 tanggal 20 Januari 2014 dan mulai hari ini ( Kamis, 30 Januari 2014 ) yang bersangkutan resmi dipecat dari jajaran anggota polisi serta kembali menjadi masyarakat sipil. 

Kapolres Gunungkidul dalam sambutannya mengatakan “ Ini suatu peristiwa buruk bagi saya pribadi maupun secara Dinas, karena saya harus memberhentikan Anggota secara Tidak Dengan Hormat. Saya berharap ini menjadi yang pertama sekaligus terakhir diadakan upacara PTDH terhadap anggota. Dan saya minta kepada seluruh anggota, agar menyikapi hal ini dengan positif dengan harapan, semoga dimasa mendatang tidak ada lagi AIPTU Drajat yang lain (anggota yang dipecat).

Diungkapkan juga oleh Kapolres Gunungkidul, selama menjadi polisi Aiptu Drajat beberapa kali melakukan pelanggaran yang pantang dilakukan seorang polisi, "Dia pernah melakukan penganiayaan pada tahun 2002, memiliki wanita idaman lain tahun 2009, mangkir tugas tahun 2010, melakukan penipuan hingga dipidana satu setengah bulan kurungan penjara. Maka berdasar PPRI Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Polri, pasal 14 ayat 1a, yang bersangkutan diberhentikan dengan tidak hormat," tegasnya.


Bertempat dihalaman Mapolres Gunungkidul, berlangsung upacara pemberhentian Tidak Dengan Hormat terhadap anggota Polri yang melakukan pelanggaran berat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Kapolres Gunungkidul, AKBP Faried Zulkarnain, S.iK dan dihadiri seluruh pejabat Polres Gunungkidul beserta jajaran.

Aiptu Drajat, Bintara bagian seksi pengawasan Polres Gunungkidul, terhitung sejak tanggal 30 Januari 2014 resmi dipecat dari anggota Kepolisian Rebublik Indonesia lagi. Dia dipecat atau mendapatkan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena melakukan pelanggaran tidak melaksanakan dinas lebih dari 30 hari secara berturut-turut.

Upacara pemberhentian tersebut dilakukan secara perwakilan ( In Absentia ) yaitu anggota Provost menyerahkan pakaian dinas harian ( PDH ) Aiptu Drajat kepada Kapolres Gunungkidul dan menerima pakaian sipil untuk diserahkan kepada yang bersangkutan atau anggota keluarganya. Keputusan pemecatan Aiptu Drajat tersebut berdasarkan Keputusan Kapolda DIY Nomor : KEP / 23 / I / 2014 tanggal 20 Januari 2014 dan mulai hari ini ( Kamis, 30 Januari 2014 ) yang bersangkutan resmi dipecat dari jajaran anggota polisi serta kembali menjadi masyarakat sipil.

Kapolres Gunungkidul dalam sambutannya mengatakan “ Ini suatu peristiwa buruk bagi saya pribadi maupun secara Dinas, karena saya harus memberhentikan Anggota secara Tidak Dengan Hormat. Saya berharap ini menjadi yang pertama sekaligus terakhir diadakan upacara PTDH terhadap anggota. Dan saya minta kepada seluruh anggota, agar menyikapi hal ini dengan positif dengan harapan, semoga dimasa mendatang tidak ada lagi AIPTU Drajat yang lain (anggota yang dipecat).

Diungkapkan juga oleh Kapolres Gunungkidul, selama menjadi polisi Aiptu Drajat beberapa kali melakukan pelanggaran yang pantang dilakukan seorang polisi, "Dia pernah melakukan penganiayaan pada tahun 2002, memiliki wanita idaman lain tahun 2009, mangkir tugas tahun 2010, melakukan penipuan hingga dipidana satu setengah bulan kurungan penjara. Maka berdasar PPRI Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Polri, pasal 14 ayat 1a, yang bersangkutan diberhentikan dengan tidak hormat," tegasnya.

Selasa, 26 November 2013

PEMERIKSAAN KENDARAAN DINAS DI MAPOLRES GUNUNGKIDUL

Foto: PEMERIKSAAN KENDARAAN DINAS DI MAPOLRES GUNUNGKIDUL

Senin (25/11/2013) bertempat di halaman Mapolres Gunungkidul, kendaraan dinas Kepolisian yang berada di jajaran Polres Gunungkidul diperiksa oleh tim dari Mapolda DIY.
Pengecekkan kendaraan operasional yang meliputi kondisi kendaraan, kelengkapan kendaraan, maupun kebersihan serta kondisi mesin itu digelar untuk mengetahui sebarapa jauh tingkat kelayakkannya untuk bertugas maupun untuk kesiapan  pengamanan jalannya pemilu tahun 2014. Selain kondisi kendaraan maupun pemegang kendaraan juga diperiksa masa berlaku surat kendaraannya. Pemeriksaan ini juga merupakan kegiatan rutin pengecekkan kendaraan yang dilakukan setiap tahunnya. 
Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara rutin ini, diharapkan anggota Polri yang berada dilapangan dapat bergerak cepat menuju ke TKP apabila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh masyarakat , kesiapan untuk berpatroli maupun kesiapan untuk menghadapi musim penghujan yang sudah mulai tiba. Dari hasil pemeriksaan pada hari Senin, 25-11-2013 seluruh kendaraan yang diperiksa dalam kondisi terawat dan layak untuk dipergunakan. 
Senin (25/11/2013) bertempat di halaman Mapolres Gunungkidul, kendaraan dinas Kepolisian yang berada di jajaran Polres Gunungkidul diperiksa oleh tim dari Mapolda DIY.
Pengecekkan kendaraan operasional yang meliputi kondisi kendaraan, kelengkapan kendaraan, maupun kebersihan serta kondisi mesin itu digelar untuk mengetahui sebarapa jauh tingkat kelayakkannya untuk bertugas maupun untuk kesiapan pengamanan jalannya pemilu tahun 2014. Selain kondisi kendaraan maupun pemegang kendaraan juga diperiksa masa berlaku surat kendaraannya. Pemeriksaan ini juga merupakan kegiatan rutin pengecekkan kendaraan yang dilakukan setiap tahunnya.
Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara rutin ini, diharapkan anggota Polri yang berada dilapangan dapat bergerak cepat menuju ke TKP apabila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh masyarakat , kesiapan untuk berpatroli maupun kesiapan untuk menghadapi musim penghujan yang sudah mulai tiba. Dari hasil pemeriksaan pada hari Senin, 25-11-2013 seluruh kendaraan yang diperiksa dalam kondisi terawat dan layak untuk dipergunakan.